Apa yang Bisa Dilakukan dengan Uang Satu Juta Rupiah?

Oleh: Firdaus Badarudin, FEUI 1981

Uang satu juta Rupiah. Bagi setiap orang bisa berbeda maknanya. Bagi orang yang pandai membuat gado-gado atau pecel atau bumbu rujak atau bubur ayam atau nasi uduk atau kuliner lainnya yang enak dan layak jual serta bertekad menjadikan keterampilannya tersebut untuk memulai bisnis kuliner, maka dana satu juta Rupiah tersebut sungguh sangat berarti dan sangat diperlukannya.

Sebaliknya, bagi orang yang kurang optimis, apalagi yang pesimis, atau cenderung untuk konsumtif, maka baginya uang satu juta Rupiah tidak akan cukup untuk menghidupi dirinya selama 30 hari.  

Bagi kita, yang terpenting bukan nilai uang satu juta Rupiah, tapi yang terpenting adalah akan menjadi apa nantinya uang satu juta Rupiah tersebut. Apakah akan menjadi berlipat ganda, atau akan habis tanpa bekas.

Mari kita renungkan dan pertimbangkan langkah-langkah berikut ini agar uang satu juta Rupiah tersebut tidak hanya penting pada saat sekarang, tetapi bagaimana menjadikannya berlipat ganda dengan keyakinan, kemandirian dan usaha sungguh-sungguh kita.

USAHA KULINER, SUATU PILIHAN CERDAS

Para ibu-ibu umumnya adalah orang-orang yang terampil dalam mengolah bahan makanan menjadi hidangan yang lezat dan menyenangkan serta mampu mengikat hubungan anggota keluarga agar menjadi lebih erat dan lebih harmonis.

Ibu-ibu dan para wanita yang mencintai keluarganya, umumnya mengolah bahan makanan dengan penuh kesungguhan. Rasa cintanya yang kuat kepada keluarganya dan pengetahuan serta keterampilan dan pendidikan memasak yang mereka dapatkan dari orangtuanya adalah modal yang sangat berharga dan akan menjadi kekuatan mereka untuk menghasilkan hidangan yang murah, sehat dan lezat serta sangat layak dijadikan ladang bisnis.

Usaha kuliner adalah usaha yang tergolong sederhana. Tidak saja dapat dimulai dengan modal yang kecil/seadanya, tapi juga dapat mengandalkan semua peralatan dan sarana pengolah bahan makanan yang telah dimiliki serta keterampilan yang cukup mudah untuk dipelajari dan diperkuat. Yang diperlukan adalah langkah-langkah berikut :

Pilihlah hidangan kuliner apa yang paling anda sukai untuk membuatnya dan paling enak rasanya serta anda yakini akan dapat menjadi ladang bisnis bagi anda dan keluarga serta  disukai oleh banyak orang dengan harga yang murah/terjangkau.

Perkuat pilihan anda tersebut dengan hal-hal berikut :

Perdalam penguasaan resep cara membuatnya yang benar dan dapat menghasilkan rasa yang lezat secara terus menerus serta dapat dikerjakan dengan cepat, murah dan dapat disajikan dengan menarik serta layak untuk dijual di lingkungan sekitar rumah anda atau di tempat-tempat keramaian lainnya, seperti dekat sekolah, pertokoan, pasar, perkantoran, dsb. Hal ini kita sebut sebagai MEMPERKUAT KUALITAS DAN DAYA JUAL PRODUK KITA.

Hitung dengan seksama biaya produksinya, mulai dari bahan baku, waktu dan biaya mengolahnya serta biaya-biaya lainnya untuk menentukan HARGA POKOK PENJUALAN (HPP) KITA. HPP adalah hal penting dan akan menjadi pondasi untuk melangkah ke depan dalam berbisnis dan pengembangannya.

Tentukan tingkat keuntungan yang akan anda raih dari HPP tsb. Apakah kita ingin mendapatkan sebesar 50% atau 100% atau bahkan bisa sampai 200 % – 300 %. HPP ditambah dengan keuntungan yang ingin kita raih, kita sebut HARGA JUAL PRODUK KITA.

Pilih LOKASI yang tepat dan luas pembelinya sebagai salah satu faktor terpenting dalam keberhasilan usaha kuliner. Pilihan lokasi kita sesuaikan dengan jenis produk dan target pembeli yang akan kita raih, sesuai dengan daya beli pembeli dan harga jual produk kita.

PROMOSIKAN produk anda dengan cara-cara yang tepat dan cerdik. Cita rasa produk yang lezat, tampilan yang bersih dan sehat, penyajian yang memuaskan pembeli serta cara melayani yang penuh keramahan dan bersahabat, adalah termasuk media promosi yang sangat efektif. Orang-orang yang bercerita tentang kualitas produk dan pelayanan kita dan harga yang terjangkau serta sesuai dengan mutu yang kita berikan atau pengamatan orang terhadap tindak-tanduk kita yang ramah, bersih dan bersungguh-sungguh akan menjadi cerita menarik tentang daya tarik produk dan bisnis kita tersebut dan akan mengundang para pembeli atau pelanggan yang semakin luas. Tanamkan dalam benak dan sanubari anda, hal-hal berikut :

  1. Saya memiliki kemampuan dan bekal yang cukup yang telah diberikan Allah untuk mampu membangun kemandirian dan usaha saya dan keluarga, asal saya dan keluarga benar-benar ingin mengubah nasib, siap bekerja dengan sungguh-sungguh dan bertekad menjadi manusia yang lebih bernilai dan mandiri,
  2. Rezeki akan dibukakan Allah bagi setiap hambaNya yang penuh harap dalam berusaha dan selalu bekerja keras dengan cerdas dan ikhlas untuk menghasilkan karya yang berkualitas, serta selalu siap untuk berbagi kebaikan,
  3. Setiap usaha yang baru dimulai atau telah dijalankan selama ini, kita ibaratkan sebagai langkah menanam sebuah pohon. Kita pilih benih yang baik dan tepat, kita tanam pada lahan yang baik dan subur, kita jaga dan kita beri pupuk agar ia tumbuh dengan baik serta memiliki daya tahan serta kita bersabar menanti buahnya. Kalau usaha belum lancar atau mengalami masa turun, jangan kita bersedih dan pesimis. Boleh jadi itu adalah waktu untuk kita melakukan penilaian agar kita dapat memperbaiki dan menyiapkan langkah-langkah yang lebih baik dari sebelumnya. Hampir semua pengusaha kuliner yang sukses dimulai dari jatuh bangun, tidak ada yang langsung sukses.
  4. Kalau orang lain yang bekerja di bidang yang sama atau di bidang yang berbeda banyak yang berhasil maka pelajari rahasianya dan yakinkan bahwa sudah sepatutnya kita juga bisa meraihnya. Mereka umumnya melakukan hal-hal yang baginya biasa tapi bagi kita luar biasa tekad dan usahanya.
  5. Ada baiknya kita baca sejenak KISAH SEBUAH PENSIL

“Pensil ini mempunyai 5 kualitas, yang bisa membuat kita selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kita selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini.”

“Kualitas pertama, pensil mengingatkan kita untuk bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kita jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kita dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan. Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendak-Nya.”

“Kualitas kedua, dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kita, dalam hidup ini kita harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena itu semua akan membuat kita menjadi orang yang lebih baik.”

“Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu, memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.”

”Kualitas keempat, bagian yang terpenting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah berhati-hati dan menyadari hal-hal di dalam diri kita.”

Kualitas kelima, sebuah pensil selalu meninggalkan tanda atau goresan. Seperti juga kita, yaitu apapun yang kita perbuat dalam hidup ini, akan meninggalkan kesan atau akibat. Oleh sebab itu, selalulah berhati-hati dan sadar terhadap semua tindakan kita.”

DANA SATU JUTA RUPIAH UNTUK MODAL USAHA KULINER

Bila kita telah yakin bahwa usaha kuliner dapat menjadi pilihan yang menjanjikan, maka mari kita jajaki kemungkinan usaha ini bisa dijalankan hanya bermodalkan Rp. 1.000.000,00 saja, bahkan dana tersebut masih bisa  berlebih.

Risoles salah satu makanan yang enak, gurih dan banyak disukai anak-anak maupun orang dewasa. Isi risoles bisa hanya berupa irisan wortel, bisa pula dikombinasi dengan isi daging cincang atau ragout (cincangan sayuran, seperti wortel, daun bawang, seledri, dan daging yang diberi pengental dari tepung terigu). Harga produksi dan harga jualnya tentu berbeda.

Kalau kita mau buat risoles hanya isi wortel, kita hanya membutuhkan modal per buah tidak lebih Rp. 1.000,00 (seribu Rupiah) dan bisa dijual dengan harga Rp. 2.000,00 sampai Rp. 3.000,00 per buah, atau bisa diraih laba Rp. 1.000,00 – 2.000,00 per buah ( 100 % – 200 %).

Kalau kita mampu membuatnya dengan rasa yang enak, gurih, bersih dan tampilan yang menarik maka in shaa Allah akan banyak orang yang membeli.

Kalau saja kita bisa buat sehari sebanyak 50 buah saja maka biaya untuk membuatnya total hanya Rp. 50.000,00 dan kita bisa menghasilkan total penjualan Rp. 100.000,00 – Rp. 150.000,00 dengan laba Rp. 50.000,00 – Rp. 100.000,00 per hari atau Rp. 1.500.000,00 – Rp. 3.000.000,00 per bulan.

Ini baru satu produk dengan jumlah yang diproduksi dan dijual hanya 50 buah. Bayangkan kalau kita bisa menjual sehari 100 buah maka dengan harga jual rata-rata Rp. 2.500,00 per buah akan dihasilkan total penjualan Rp. 250.000,00 dan laba per hari Rp. 150.000,00 atau Rp. 4.500.000,00 per bulan. Ini hampir sama dengan gaji per bulan seorang sarjana yang baru mulai kerja.

Ini hanya dari satu produk dan menggunakan modal kerja per hari hanya Rp. 100.000,00. Sisa dana yang ada dari modal satu juta Rupiah tadi boleh digunakan untuk buat produk yang lain, misalnya nasi bakar isi ayam rica-rica atau ikan asin peda, isi pampis/ikan tongkol, isi ati ampela, dsb.

Modal nasi bakar sekitar Rp. 6.000,00 – 7.500,00 per bungkus dan bisa dijual dengan harga Rp. 12.500,00 dan dengan laba Rp. 5.000,00 – 6.500,00 per bungkus.

Bila kita produksi 20 bungkus per hari, kita butuh modal kerja Rp. 120.000,00 – 150.000,00 dan bisa menghasilkan total penjualan Rp. 250.000,00 dengan laba Rp. 100.000,00 – 130.000,00 per hari atau sebesar Rp. 3.000.000,00 – 3.900.000,00 per bulan.

Dan banyak lagi contoh pilihan kuliner yang murah biaya produksinya namun memberikan hasil yang memadai untuk mengubah kehidupan masyarakat kita.

Dengan hanya menjual dua produk ini saja, seharusnya yang berbisnis kuliner bisa lebih cepat maju kehidupan ekonominya dan dapat menikmati hidup yang lebih bermakna.

Sisa dana bolehlah dibelikan peralatan2 dan sarana kerja dan jualan.

Kuncinya mau dan mampu membuat hidangan kuliner yang enak, bersih, gurih dan menarik serta menjualnya dengan pelayanan yang ramah dan dengan harga yang bersaing.

Yang penting bukanlah uang Rp. 1 juta tersebut tetapi akan menjadi apa nantinya uang satu juta Rupiah tersebut ? Bila saja hal ini terbukti bisa menghasilkan pendapatan dan laba yang bagus dari usaha kuliner maka dari hasil mengolah uang satu juta Rupiah itu nantinya akan dapat membiayai hidup yang layak, membiayai pendidikan, kesehatan, beramal shaleh (zakat, infaq, shadaqoh, dsb), dibelikan rumah tinggal yang lebih baik dan lebih nyaman, atau tempat usaha yang lebih strategis, dan sebagainya.

Yuk kita coba dan wujudkan agar cerita ini bukan hanya impian tapi sesuatu yang nyata.  

Selamat mencoba dan selamat berjuang meraih masa depan yang lebih baik dengan cara yang lebih kreatif dan inovatif.

1 Comment

  • Leave a Comment