Sibuk Investasi Dunia? Akhirat Kapan?

Sudah berapa banyak kita mengumpulkan uang selama di dunia ini? Sudah berapa banyak yang kita investasikan untuk masa depan?

Pastinya masing-masing dari kita memiliki jawaban, ada yang banyak ada juga yang belum pernah. Bagi yang sudah berkecimpung di dunia investasi akan sangat menyenangkan ketika mendapati investasinya menguntungkan. Di masa depan, ia akan lebih terjamin hidupnya dan mampu mengaktualisasikan diri dengan lebih baik.

Akan tetapi, ketika berbicara masa depan, definisi masa depan bagi umat muslim tidaklah sependek nafas ini yang hendak lepas dan selesai sudah kehidupan. Islam mengenal masa depan yang lebih kekal, bagi orang yang beriman dan seharusnya mempercayainya, masa depan setelah “masa depan” jauh lebih penting untuk diperhatikan. Di akhirat kita harus memiliki bekal yang cukup untuk selamat dari jurang neraka. Jika di dunia ini kita mengenal passive income, dalam Islam passive income memiliki karakteristik yang sama dengan 3 amalan yang tidak terputus pahalanya, salah satunya adalah amal jariyah. Seperti yang tercantum pada hadits berikut:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Jika passive income dapat diartikan sebagai pendapatan yang didapatkan terus menerus dengan action tertentu dalam jangka waktu tertentu. Amal jariyah dapat diartikan sebagai pahala yang akan didapatkan terus menerus dengan action tertentu hingga pemiliknya meninggal dunia masih mendapatkan pahala tersebut.

Action dalam definisi passive income diatas sangat beragam, dalam amal jariyah definisi action dapat diartikan dengan wakaf. Nilai wakaf akan terus dipertahankan untuk kemaslahatan umat, selama wakaf tersebut dimanfaatkan untuk kebaikan, pahala akan terus mengalir kepada wakif (orang yang berwakaf). Jika kita melihat dampak sosial yang akan ditimbulkan dengan adanya wakaf, kita sudah mengerti jelas dampaknya apalagi jika wakaf itu digunakan untuk hal-hal produktif. Ketika kita melihat lebih dalam wakaf dalam terminologi investasi, di akhirat nanti seseorang yang berwakaf akan memiliki rumah, seperti yang tercantum pada hadits berikut:

“Barangsiapa yang membangun masjid (karena mengharap wajah Allah), Allah akan membangunkan bangunan yang semisalnya di surga,” (HR. Bukhari dan Muslim, dari ‘Utsman bin ‘Affan)

“Barangsiapa membangun masjid karena Allah, walaupun (besar sumbangannya) hanya seukuran tempat burung bertelur, maka Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga…” (HR. An Nasai)

Begitu besar manfaat wakaf untuk umat dan bahkan untuk diri wakif sendiri. Jika kita memiliki kesempatan untuk bernafas dan memiliki titipan Allah berupa harta yang cukup atau bahkan berlebih, wakaf menjadi pilihan terbaik jika kita ingin mendapatkan bekal untuk akhirat nanti.

Pada akhirnya, hidup ini dipenuhi dengan berbagai macam pilihan, namun pastikanlah bawa kita mampu mempertanggungjawabkannya di akhirat nanti. Semua “titipan” termasuk harta yang diberikanNya digunakan di jalan Allah atau sebaliknya. Jika kita gemar berinvestasi di dunia dan bahkan tidak ingin kehilangan momentum jika momen investasi terbaik datang, maka apalagi yang kita tunggu jika ternyata wakaf merupakan pilihan terbaik kita untuk bekal di akhirat nanti. Selama Allah masih memberi kita nafas, kesempatan tersebut masih terbuka. Karena kematian tidak pernah kita duga, bersegera dalam beramal kebaikan pun menjadi sikap yang seharusnya kita miliki sebagai muslim.

Wallahu’alam

Tim Redaksi

YKM FEUI terus berkomitmen untuk menggapai visi misinya untuk kemaslahatan umat dengan berdirinya Pesantren Mahasiswa. Gedung Pesantren Mahasiswa didirikan untuk menunjang kegiatan Pesantren Mahasiswa sedang dalam proses penyelesaian pembangunan [baca laporan terkini]. Jika Anda merasa apa yang kami lakukan adalah baik, mari dukung YKM FEUI dengan berwakaf di gedung Pesantren Mahasiswa YKM FEUI dengan menghubungi nomor berikut SMS/Telp/WhatsApp 0856 8950 953 atau 0812 8977 1717   🙂

 

Leave a Comment